Cetak Pendapatan USD91,8 Miliar, Apple Is Back!

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 278 2159952 cetak-pendapatan-usd91-8-miliar-apple-is-back-pmM8ljHC3T.jpg Apple (Reuters)

JAKARTA - Apple is back. Itulah ungkapan yang tepat atas capaian perusahaan IT dengan logo apel merah tersebut. Perseroan yang berbasis di Cupertino, California tersebut kembali mencatatkan kinerja keuangan yang cukup fantastis, melampaui prediksi.

Mengutip dari reuters, Rabu (29/1/2020), angka pendapatan yang didapat oleh Apple ini lebih besar dibandingkan prediksi para analis, yakni USD91,8 miliar atau setara Rp1.251,33 triliun (USD1 setara Rp13.631) pada periode empat bulan terakhir 2019. Dimana, para analis juga memperkirakan laba bersih Apple hanya sekitar USD88,5 miliar atau setara Rp1.206,34 triliun.

 Baca juga: CEO Apple Tim Cook Kantongi Pendapatan Rp161,6 Miliar pada 2019

Apple juga melaporkan laba per saham USD4,99. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan para analis yang hanya memprediksi USD4,55 per saham.

Kinerja yang positif ini pun direspon dengan hangat oleh pelaku pasar. Alhasil, saham Apple Inc di Wall Street juga mengalami penguatan sebesar 2,83% pada akhir perdagangan.

 Baca juga: Di Tengah Persaingan Streaming, Bos Disney Mundur dari Apple

Moncernya kinerja Apple ini tidak terlepas dari melonjaknya penjualan perangkat wearables seperti headphone nirkable dan AirPods. Laris manisnya produk ini bahkan membuat pihak Apple kehabisan stock perangkan wearables ini.

Sementara penjualan iPhone pada kuartal IV-2019 mencapai USD55,96 miliar mengalahkan perkiraan analis USD51,6 miliar dan penjualan tahun sebelumnya USD52 miliar. Hal ini juga sekaligus menghentikan tren penurunan penjualan utama selama setahun untuk produk perangkat keras Apple yang paling laris.

 Baca juga: Setelah Ditinggal Steve Jobs, Kini Giliran Kepala Desainer yang Pergi Dari Apple

Model iPhone 11 dan iPhone 11 Pro menjadi perangkat yang paling Favorit pada penjualan kuartal IV-2019 lalu. Bahkan, IPhone 11 dan 11 Pro menjadi masuk dalam perangkat jajaran iPhone terkuat yang pernah kami miliki.

Oleh karena itu, ke depannya, Apple optimis pendapatan di kuartal I-2020 akan mencapai USD67 miliar atau di atas dari perkiraan yang hanya USD62,4 milar. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan perusahaan bahwa telepon dan perangkat lain seperti headphone nirkabel AirPods akan terus terjual dengan baik meskipun saat ini hampir kehabisan stok.

Kepala Ekonom untuk Capital Investment Counsel pemegang saham Apple, Eddins mengatakan, untuk mengejar terget tersebut, perusahaan juga harus lebih mendorong layanan berbayar kartu kredit dengan Goldman Sachs dan layanan berlangganan game dan televisi. Sebab pendapatan layanan hanya sekitar USD12,7 miliar, di bawah perkiraan analis USD 13 miliar meskipun mengalami kenaikan dari USD10,9 miliar pada tahun sebelumnya.

“Layanan itu penting, tetapi lintasannya tepat sasaran. Saya merasa mereka telah membuat kemajuan yang baik di bidang itu, " ujarnya.

Pergeseran ke arah layanan jauh lebih menguntungkan dibandingkan penjualan perangkat keras. Meskipun Apple mengklaim memiliki lebih dari 1,5 miliar perangkat terpasang aktif dan 480 juta pelanggan untuk layanan berbayarnya sendiri dan pihak ketiga,lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 1,4 miliar perangkat dan 360 juta pelanggan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini