Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 24 278 2157654 bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp27-5-triliun-di-2019-BIRkJpaZH0.jpg Paparan Kinerja Bank Mandiri. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengantongi laba bersih sebesar Rp27,5 triliun sepanjang 2019. Angka itu mengalami pertumbuhan 9,9% secara tahunan (yoy) dari realisasi di tahun 2018 yang sebesar Rp25 triliun.

Meski demikian, realisasi itu mengalami perlambatan secara persentase. Pada tahun lalu, Mandiri mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,2% yoy dari realisasi di akhir 2017 yang sebesar Rp20,6 triliun.

Baca Juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, kinerja perseroan pada tahun lalu ditopang pertumbuhan kredit sebesar 10,7% yoy atau mencapai Rp907,5 triliun. Lewat penyaluran kredit itu, perseroan mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp59,4 triliun.

"Perolehan NII itu naik 8,8% yoy dibanding tahun sebelumnya," ujar dia dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Sah! Royke Tumilaar Resmi Jabat Dirut Bank Mandiri

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun 42 bps menjadi 2,33% dibandingkan Desember 2018. Alhasil, biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) perseroan turut melandai sebesar -14,9% yoy menjadi Rp12,1 triliun.

Sementara itu, perseroan juga mencatat mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp933,1 triliun hingga akhir tahun 2019. Realisasi itu naik 11% dari posisi di akhir 2018 yang sebesar Rp840,9 triliun.

Menurut Royke, kinerja perseroan di sepanjang tahun 2019 mengutamakan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi. Serta didukung inovasi layanan yang berkelanjutan melalui otomatisasi ataupun digitalisasi.

"Itu jadi kunci keberhasilan perseroan dalam melewati tahun 2019 yang diwarnai dengan persaingan ketat industri perbankan serta maraknya usaha pembiayaan berbasis digital," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini