Yuan China Anjlok Lebih dari 1% Imbas Wabah Virus Korona

Irene, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 24 278 2157513 yuan-china-anjlok-lebih-dari-1-imbas-wabah-virus-korona-1Ksgqn8kJ5.jpg Yuan China Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Yuan jatuh ke level terendah dalam dua minggu terakhir, karena investor semakin cemas terhadap penyebaran virus korona di China. Mata uang Tiongkok telah anjlok lebih dari 1%.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan terlalu dini untuk menyatakan virus korona sebagai darurat kesehatan global. Padahal China sudah menempatkan jutaan orang di Kuncian di tengah wabah yang telah menewaskan 18 orang dan menginfeksi lebih dari 630 jiwa.

Baca Juga: Wabah Virus Korona Tekan Yuan China

Melansir Reuters, Jumat (24/1/2020), Dolar naik 0,28% terhadap yuan China menjadi 6,9277 yuan. Sejak menyentuh level tertinggi pada enam bulan lalu, kini mata uang Tiongkok telah kehilangan lebih dari 1%.

Sementara itu, pergerakan menguatnya mata uang safe-haven seperti dolar dan yen menunjukkan bahwa investor belum panik terhadap virus korona tersebut.

Baca Juga: Virus Korona China Menyebar, Bagaimana Indonesia Mencegah

Sebelumnya, Yuan China melemah pada perdagangan Selasa dan mata uang safe-haven menguat ditopang penyebaran virus korona di China, karena investor mencari ingin mengurangi risiko terhadap investasinya.

Yuan melemah terhadap dolar 0,54% menjadi USD6,904. Mata uang yang terkait dengan perdagangan dan pariwisata China juga turun. Dolar Australia menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan di level USD0,6842, sebelum rebound ke USD0,6867.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini