Induk Usaha Google Sukses Catat Nilai Pasar USD1 Triliun

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 17 278 2154214 induk-usaha-google-sukses-catat-nilai-pasar-usd1-triliun-hqD9HVy26h.jpg Google (Foto: 9to5Google)

JAKARTA - Alphabet, perusahaan induk Google, tercatat mencapai nilai kapitaslisasi pasar sebesar USD1 triliun atau Rp13.449 triliun (kurs Rp13.449/USD). Hal ini menempatkan Alphabet sebagai perusahaan Amerika Serikat keempat yang mencatat sejarah sebagai perusahaan yang sahamnya mencapai USD1 triliun.

Sebelumnya, Apple menjadi perusahaan AS pertama yang mencatatkan rekornya di pasar pada 2018 lalu. Kemudian disusul oleh Microsoft dan Amazon. Setelah itu, Apple dan Microsoft terpantau masih memiliki nilai saham lebih dari USD1 triliun atau Rp13.449 triliun. Sementara Amazon kian menurun.

Baca Juga: Google Kenalkan Fitur Baru Google Asisten di CES 2020

Pada Desember 2019 lalu, pendiri Alphabet Larry Page mengumumkan pengunduran dirinya bersama dengan co-founder Sergey Brin. Setelah itu, Alphabet menunjuk Sindari Pichai sebagai CEO Alphabet yang baru, demikian dikutip dari CNBC, Jumat (17/1/2020).

Pichai sebelumnya sudah pernah menjadi CEO google, serta mengetuai semua bisnis inti perusahaan seperti mesin pencari, iklan, Youtube, dan Android. Hasil dari kepemimpinannya itu rata-rata menghasilkan pendapatan atau keuntungan secara signifikan.

Walau begitu, Pichai masih sering memberikan informasi terbaru mengenai Alphabet kepada Larry Page yang tengah sibuk pada proyek mobil otomatisnya.

google

Melihat saham Alphabet yang kian melambung, Stifel perusahaan investasi di Amerika, bahkan menaikkan investasinya menjadi USD1.525 atau Rp20,5 juta dari USD1.325 atau Rp17,8 juta, atau naik sebesar 14%. Saham perusahaan induk Google itu naik hampir 1% setelah Bank of America menaikkan target harga saham Alphabet pada Januari ini.

Ini akan menjadikan pembalikan dari saham Alphabet yang terpuruk pada tahun lalu. Saham Alphabet terpantau kala itu menurun 7,5% dari harga saham USD67 miliar atau Rp901 triliun.

Alphabet juga sempat menghadapi sejumlah masalah seperti penyelidikan yang dilakukan Dewan Hubungan Buruh Nasional AS dan berbagai penyelidikan antimonopoli di beberapa negara bagian.

Nantinya, Alphabet akan melaporkan pendapatan kuartal keempat pada 3 Februari mendatang.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini