Fakta Pasar Modal 2019, BEI Kedatangan 55 Emiten Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 278 2147766 fakta-pasar-modal-2019-bei-kedatangan-55-emiten-baru-g7ClJeiLYN.jpg Penutupan Perdagangan Bursa (Foto: Okezone)

2. Penghimpunan Dana Juga Ikut Turun

Sementara dari sisi total transaksi, BEI mengklaim total dana yang berhasil dihimpun dari hajatan IPO menembus Rp14,78 triliun. Angka tersebut turun dari tahun lalu, dimana, dana segar yang diperoleh dari IPO sepanjang 2018 senilai Rp15,67 triliun.

3. Jumlah Investor Meningkat 30%

Jumlah investor saham berdasarkan catatan BEI selama 2019 adalah sebanyak 1,1 juta orang berdasarkan Single Investor Identification (SID). Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 30% dibandingkan tahun lalu.

Sampai saat ini jumlah total investor di pasar modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50% dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor.

4. Transaksi Rata-Rata harian Tembus Rp9,12 Triliun

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatat kinerja operasional 2019 dalam aspek operasional kliring transaksi bursa, terdapat beberapa perkembangan di tahun 2019. Pasalnya, rata-rata transaksi bursa harian hingga 27 Desember 2019 naik 7%.

Rata-rata nilai transaksi bursa harian per 27 Desember 2019 mencapai Rp9,12 triliun atau naik 7% dibandingkan Akhir tahun 2018 yang sebesar Rp8,53 triliun. Rata-rata nilai dan volume penyelesaian transaksi bursa harian sampai dengan 27 Desember 2019 adalah Rp3,43 triliun dan 4,39 miliar lembar saham, sementara pada akhir tahun 2018 yang sebesar Rp3,29 triliun dan 2,92 miliar lembar saham.

Rata-rata efisiensi nilai dan volume penyelesaian transaksi bursa harian tercatat 48,85% dan 56,56% di tahun 2019, sementara di tahun 2018 sebesar 47,75% dan 58,80%.

Total penyelesaian transaksi bursa yang diselesaikan melalui mekanisme Alternate Cash Settlement (ACS) sampai dengan 27 Desember 2019 tercatat sebesar Rp41,52 miliar. Sedangkan nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) sampai dengan 27 Desember 2019 sebesar Rp248,45 miliar, dengan volume transaksi 238,82 juta lembar saham.

Total nilai agunan hingga 27 Desember 2019 ini mencapai Rp 20,78 triliun, terdiri dari agunan online (kas dan Efek) sebesar Rp15,22 triliun dan agunan offline (agunan kas minimum, deposito, bank garansi, saham Bursa) sebesar Rp5,56 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini