Fakta Pasar Modal 2019, BEI Kedatangan 55 Emiten Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 278 2147766 fakta-pasar-modal-2019-bei-kedatangan-55-emiten-baru-g7ClJeiLYN.jpg Penutupan Perdagangan Bursa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia resmi ditutup kemarin di angka 6.299,54. Meskipun begitu, BEI mencatat jumlah perusahaan yang melantai di bursa alias IPO (Initial Public Offering) disepanjang 2019 mencapai 55 perusahaan.

Dengan jumlah perusahaan 55 yang IPO, membuat BEI menjadi perusahaan bursa saham yang tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 71 di dunia. Atas pencapaian tersebut, total jumlah Perusahaan Tercatat saham di BEI di penghujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan.

 Baca juga: Pagi di Semarang Sorenya Mampir ke BEI, Menkeu: Infrastruktur RI Sudah Cukup Baik

Sementara dari sisi total transaksi, BEI mengklaim total dana yang berhasil dihimpun dari hajatan IPO menembus Rp14,78 triliun. Kendati demikian, baik jumlah perusahaan yang IPO dan total transaksi dua-duanya mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

 BEI

Pada tahun lalu total perusahaan yang melakukan IPO sebanyak 57 perusahaan. Sedangkan dengan dana segar yang diperoleh dari IPO sepanjang 2018 senilai Rp15,67 triliun.

Berikut Ini, Jakarta, Selasa (31/12/2019), Okezone telah merangkum penutupan perdagangan saham yang turun dari capaian tahun lalu:

 Baca juga: Tutup Perdagangan BEI, Sri Mulyani: Selamat Menikmati Liburan yang Sebentar Ini

1. Tertinggi di ASEAN Tapi Lebih Rendah dari Tahun Lalu

 

Memang BEI berhasil mengajak 55 emiten baru untuk masuk di bursa saham. Bahkan BEI mengklaim angka tersebut merupakan yang tertinggi di negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam catatan bursa, IPO di Thailand pada 2019 sebanyak 30, Malaysia 29, Singapura 11, dan Filipina hanya 4 emiten sepanjang tahun ini. Meskipun begitu, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dengan 57 perusahaan.

 Baca juga: Perdagangan Saham 2019 Ditutup, Ini Pesan Sri Mulyani

Sementara dari aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019, diikuti oleh 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Obligasi Korporasi Baru (diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa), 2 Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang tahun 2019, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan.

2. Penghimpunan Dana Juga Ikut Turun

Sementara dari sisi total transaksi, BEI mengklaim total dana yang berhasil dihimpun dari hajatan IPO menembus Rp14,78 triliun. Angka tersebut turun dari tahun lalu, dimana, dana segar yang diperoleh dari IPO sepanjang 2018 senilai Rp15,67 triliun.

3. Jumlah Investor Meningkat 30%

Jumlah investor saham berdasarkan catatan BEI selama 2019 adalah sebanyak 1,1 juta orang berdasarkan Single Investor Identification (SID). Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 30% dibandingkan tahun lalu.

Sampai saat ini jumlah total investor di pasar modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50% dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor.

4. Transaksi Rata-Rata harian Tembus Rp9,12 Triliun

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatat kinerja operasional 2019 dalam aspek operasional kliring transaksi bursa, terdapat beberapa perkembangan di tahun 2019. Pasalnya, rata-rata transaksi bursa harian hingga 27 Desember 2019 naik 7%.

Rata-rata nilai transaksi bursa harian per 27 Desember 2019 mencapai Rp9,12 triliun atau naik 7% dibandingkan Akhir tahun 2018 yang sebesar Rp8,53 triliun. Rata-rata nilai dan volume penyelesaian transaksi bursa harian sampai dengan 27 Desember 2019 adalah Rp3,43 triliun dan 4,39 miliar lembar saham, sementara pada akhir tahun 2018 yang sebesar Rp3,29 triliun dan 2,92 miliar lembar saham.

Rata-rata efisiensi nilai dan volume penyelesaian transaksi bursa harian tercatat 48,85% dan 56,56% di tahun 2019, sementara di tahun 2018 sebesar 47,75% dan 58,80%.

Total penyelesaian transaksi bursa yang diselesaikan melalui mekanisme Alternate Cash Settlement (ACS) sampai dengan 27 Desember 2019 tercatat sebesar Rp41,52 miliar. Sedangkan nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) sampai dengan 27 Desember 2019 sebesar Rp248,45 miliar, dengan volume transaksi 238,82 juta lembar saham.

Total nilai agunan hingga 27 Desember 2019 ini mencapai Rp 20,78 triliun, terdiri dari agunan online (kas dan Efek) sebesar Rp15,22 triliun dan agunan offline (agunan kas minimum, deposito, bank garansi, saham Bursa) sebesar Rp5,56 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini