Tutup Perdagangan BEI, Sri Mulyani: Selamat Menikmati Liburan yang Sebentar Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 30 278 2147499 tutup-perdagangan-bei-sri-mulyani-selamat-menikmati-liburan-yang-sebentar-ini-ADiQ6IuVg6.jpg Sri Mulyani (Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menutup perdagangan saham tahun 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penutupan perdagangan ini, Sri Mulyani mengucapkan selamat berlibur kepada para pelaku pasar modal.

Dirinya mewakili pemerintah juga mengaku senang kinerja pasar modal bisa tetap positif di tengah gonjang-ganjing perekonomian global. Meskipun dalam penutupan perdagangan tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan sedikit 29,78 poin atau 0,47% di angka 6.299,54.

 Baca juga: Dongkrak Investasi Pasar Modal, Menkeu Pamerkan Omnibus Law Perpajakan di BEI

"Selamat kepada anda semua, selamat menikmati liburan yang sangat sebentar ini," ujarnya dalam acara penutupan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (30/12/2019).

 IHSG

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap pada tahun depan, kinerja pasar modal Indonesia bisa lebih baik. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan baik dari pemerintah hingga investor pasar modal.

 Baca juga: Perdagangan Saham 2019 Ditutup, Ini Pesan Sri Mulyani

"Kita berharap 2 Januari 2020 kita bisa lebih baik lagi. Terus berbagi berjuang dan saling sinergi untuk Indonesia maju," kata Sri Mulyani.

Sebagai informasi, meskipun ditutup melemah, namun secara keseluruhan, pada tahun 2019 BEI kembali berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang membanggakan bagi kemajuan Pasar Modal Indonesia. Hal tersebut tercermin dari peningkatan jumlah investor saham yang meningkat 30% menjadi 1,1 juta investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID).

 Baca juga: Tutup Perdagangan 2019, IHSG Anjlok 0,47% Setop di 6.299

Sampai saat ini jumlah total investor di pasar modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50% dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor.

Selain itu, sepanjang tahun 2019 terdapat 55 Perusahaan Tercatat saham baru dan merupakan aktivitas pencatatan saham baru (IPO saham) tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 71 di dunia.

Atas pencapaian tersebut, total jumlah Perusahaan Tercatat saham di BEI di penghujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan.

Selanjutnya, aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019 juga diikuti oleh 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Obligasi Korporasi Baru (diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa), 2 Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang tahun 2019, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini