2019, Jumlah Investor Pasar Modal Tumbuh 53,04%

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 30 278 2147399 2019-jumlah-investor-pasar-modal-tumbuh-53-04-Qfebkwj63W.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo mencatat, jumlah investor yang tercatat di KSEI per 27 Desember 2019 telah mencapai 2.478.243 atau meningkat 53,04% dibandingkan total Single Investor Identification (SID) pada akhir Desember 2018 sebesar 1.619.372. Jumlah SID terbesar adalah SID investor pemilik Reksa Dana sebesar 1.768.485.

“Data demografi investor di Indonesia saat ini didominasi oleh pria (59,41%), berusia 21 - 30 tahun (44,62%), dengan status pekerjaan Pegawai Swasta (53,69%) dan berpendidikan Sarjana (48,23%). Total aset yang tercatat di C-BEST per akhir Desember 2018 hingga 27 Desember 2019 meningkat 6,47% dari Rp4.210,35 triliun menjadi Rp4.482,72 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal,” kata Uriep dalam keterangan tertulis, Senin (30/12/2019).

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Sementara itu, total aset yang tercatat di C-BEST per 27 Desember 2019 telah didominasi kepemilikannya oleh investor lokal sebesar 55,67%. Persentase tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (per akhir Desember 2018) dimana kepemilikan lokal mencapai 54,82%. Hal ini menunjukkan kontribusi investor domestik yang semakin besar di pasar modal Indonesia.

Untuk inisiatif di tahun mendatang, KSEI merencanakan penerapan eletronic Proxy (e-Proxy) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. Uriep berharap hal ini dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki lebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.

 Baca Juga: Dibuka Menguat, IHSG Naik ke 6.321

Inisiatif lainnya, menurut Uriep, juga akan difokuskan pada Simplifikasi Pembukaan Rekening dimana KSEI akan menambahkan alternatif bagi Pemegang Rekening KSEI (Perusahaan Efek dan Bank Kustodian) dan Pengguna S-INVEST (Agen Penjual Reksa Dana dan Manajer Investasi) untuk melakukan verifikasi Nomor Identitas Kependudukan (NIK) di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri dalam rangka proses KYC (Know Your Client) investor dengan mengembangkan sebuah Hub. Hub tersebut juga akan dilengkapi koneksi ke Ditjen Pajak untuk keperluan verifikasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) milik investor.

Tahun ini, KSEI menambah Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Bank Pembayaran untuk periode 2019 – 2024. Jumlah Bank Administrator RDN yang sebelumnya berjumlah 14 bank meningkat menjadi 16 bank. Sedangkan, Bank Pembayaran KSEI yang sebelumnya berjumlah 5 bank kini jumlahnya menjadi 9 bank. Dengan semakin banyak dan beragamnya Bank Administrator RDN, maka akan memudahkan investor dalam melakukan investasi di pasar modal karena investor memiliki beberapa pilihan bank untuk pembukaan rekening RDN.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen  

Pada 9 Desember 2019, KSEI telah mengimplementasikan pengembangan C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) tahap kedua yakni penerapan Modul Corporate Action (CA). Dengan adanya modul tersebut, maka proses distribusi CA kini telah dapat dilaksanakan di C-BEST Next-G. Selain itu, kecepatan pemrosesan di C-BEST Next-G juga meningkat dari 20.000 instruksi per menit menjadi 80.000 instruksi per menit atau meningkat 4 kali lipat. Jika dibandingkan dengan kecepatan pemrosesan C-BEST versi sebelumnya, maka kecepatan pemrosesan secara total telah meningkat sekitar 40 kali lipat.

Kemudahan investor pasar modal dalam memantau portofolio investasinya menjadi salah satu hal yang diupayakan KSEI. Pada Mei 2019, KSEI telah menuntaskan pengembangan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) generasi terbaru. Upgrade fasilitas AKSes dilakukan untuk menambahkan fitur-fitur yang menarik sehingga investor semakin nyaman dalam memanfaatkan fasilitas AKSes. Fasilitas AKSes tersebut sejalan dengan program perlindungan investor di pasar modal.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini