Jadi Dirut Mandiri, Apa Strategi Royke Tumilaar?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 278 2139861 jadi-dirut-mandiri-apa-strategi-royke-tumilaar-STsC9TANHN.jpg Bank Mandiri (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memiliki direktur utama yang baru yakni Royke Tumilaar usai diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini. Royke sebelumnya menjabat sebagai

Baca Juga: Jadi Bos Baru Bank Mandiri, Ini Profil Royke Tumilaar

Mengawali masa jabatannya sebagai pimpinan bank pelat merah, Royke mengaku secara garis besar akan menjalankan bisnis perseroan dengan melanjutkan kinerja pendahulunya, Kartika Wirjoatmodjo (Tiko). Menurutnya, sejak awal dirinya sudah terlibat dalam penyusunan rencana kerja Bank Mandiri kedepan.

"Pada dasarnya, saya enggak terlalu banyak mengubah kebijakan Pak Tiko karena perencanaan strategi ke depan kami tetapkan bersama-sama," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Baca Juga: Sah! Royke Tumilaar Resmi Jabat Dirut Bank Mandiri

Kendati demikian, dirinya bakal melakukan sedikit perubahan dengan melakukan penguatan kolaborasi antara wholesale banking dan retail banking. "Karena memang banyak bisnis-bisnis wholesale value chain-nya belum banyak digarap, retail atau konsumer itu akan banyak digarap," imbuhnya,

Selain itu, Royke juga akan fokus meningkatkan digital banking, mengikuti perkembangan jaman yang kini sudah digitalisasi. Menurutnya, perseroan telah memiliki roadmap untuk masa peralihan ke digital banking yang diyakni bakal membuat layanan bank lebih cepat dan efisien.

"Sehingga tentunya itu akan membantu cost (biaya) kita lebih turun lagi. Jadi transformasi dua hal, satu kolaborasi diperkuat antara wholesale dan retail, kedua tranformasi digital," kata dia.

Royke juga bakal fokus mengembangkan pembiayaan di sektor UMKM dan commercial banking. Dia bilang, di tengah perlambatan ekonomi, perlu adanya buffer ekonomi di sektor-sektor tersebut.

"Dengan kondisi ekonomi saat ini, pertumbuhan kredit tidak akan jadi sumber revenue yang cukup besar kontribusinya, tidak sepeti sebelum-sebelumnya, sehingga rencana Bank Mandiri ke depan lebih ke transaction banking yang lebih banyak create fee based," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini