Wall Street Meroket Ditopang Harapan Dagang AS-China

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 07 278 2139064 wall-street-meroket-ditopang-harapan-dagang-as-china-FzX0h8yrt5.png Wall Street Menguat (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup meroket pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat ditopang data pekerjaan yang kuat dan optimisme negosiasi perdagangan AS-China.

Ketiga indeks saham utama AS menguat, dengan naik 1% dari rekor tertinggi pada perdagangan minggu lalu.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melonjak Ditopang Data Pekerjaan yang Positif

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (7/12/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 337,27 poin atau 1,22% menjadi 28.015,06, indeks S&P 500 naik 28,48 poin atau 0,91% menjadi 3.145,91 dan indeks Nasdaq Composite naik 85,83 poin atau 1% menjadi 8.656,53.

Tetapi karena dalam satu minggu penuh gejolak soal perdagangan AS-China dan data ekonomi yang kurang memuaskan, hanya indeks S&P 500 yang membukukan kenaikan mingguan. Sementara, indeks Dow dan Nasdaq mengakhiri sesi turun dari penutupan Jumat lalu.

Baca Juga: Wall Street Menguat Tipis Menanti Kesepakatan AS-China Sebelum 15 Desember

Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja menyatakan, terdapat penambahan 266.000 pekerjaan pada bulan November, kenaikan terbesar dalam 10 bulan. Ini melampaui perkiraan analis sebelumnya. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5%.

"Jenis laporan ini menunjukkan kekuatan ekonomi yang mendasarinya, dan memberikan kepercayaan manajemen perusahaan pada kekuatan ekonomi," kata kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York Tim Ghriskey.

"Terutama karena (negosiasi perdagangan), ada banyak ketidakpastian dengan manajemen."

 Ilustrasi wall street

Mengenai perdagangan, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa sementara 15 Desember tetap menjadi tanggal ketika putaran tarif berikutnya untuk barang-barang China akan berlaku.

"Kenyataannya adalah pembicaraan yang konstruktif, hampir setiap hari pembicaraan; kita sebenarnya dekat. Anda memiliki dua negosiator yang sangat tangguh dan banyak masalah sulit yang harus disepakati," tambah Ghriskey.

"Tapi, berdasarkan apa yang kami dengar dari sumber yang serius, tampaknya kita akan melihat semacam kesepakatan dagang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini