Negosiasi Dagang AS-China Gagal, Wall Street Merah

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 278 2132502 negosiasi-dagang-as-china-gagal-wall-street-merah-ecQdNJ7z29.jpeg Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Indeks utama Wall Street turun sekitar 1% pada akhir perdagangan 20 November 2019. Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok setelah laporan mengatakan kesepakatan perdagangan "fase satu" antara Washington dan Beijing mungkin tidak akan selesai tahun ini.

Penyelesaian kesepakatan perdagangan awal dapat mundur ke tahun depan. Mengutip pakar perdagangan dan orang-orang yang dekat dengan Gedung Putih, negosiasi mungkin dilakukan saat Beijing menekan untuk kenaikan tarif yang lebih luas dan pemerintahan Trump membalas dengan tuntutan yang semakin tinggi.

Baca juga: Wall Street Mixed, Sektor Ritel Bebani Pasar Saham

"Pasar pasti menghargai penyelesaian kesepakatan pada akhir tahun ini," kata Kepala strategi pasar di National Securities di New York Art Hogan dilansir dari Reuters, Kamis (21/11/2019).

"Pasar sekarang mencoba memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan kedua belah pihak untuk menyetujui gencatan senjata," tambahnya.

wall street

Dua ekonomi teratas dunia mendekati transaksi pada Mei setelah satu tahun perang tarif atas barang-barang satu sama lain. Sebelumnya langkah Senat AS yang bertujuan melindungi hak asasi manusia di Hong Kong di tengah protes berkepanjangan telah meningkatkan ketegangan dengan China dan menekan pasar.

Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat Menuju Rekor Baru

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 251,18 poin atau 0,90% pada 27.682,84, S&P 500 turun 27,47 poin atau 0,88% pada 3,092,71 dan Nasdaq Composite turun 97,01 poin atau 1,13% pada 8,473.65.

Fokus investor sekarang beralih ke rilis dari pertemuan kebijakan Oktober Federal Reserve. Bank sentral memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada pertemuan tersebut, tetapi mengisyaratkan hal itu mungkin dilakukan dengan pelonggaran untuk saat ini.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini