Laba Semen Baturaja Anjlok 68% Jadi Rp7,5 Miliar di Semester I-2019

Kamis 01 Agustus 2019 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 01 278 2086390 laba-semen-baturaja-anjlok-68-jadi-rp7-5-miliar-di-semester-i-2019-H6wZzq60bb.jpg Ilustrasi Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

PALEMBANG PT Semen Baturaja (Persero) Tbk  mencatat laba usaha perseroan berhasil naik menjadi Rp92 miliar dari Rp89,7 miliar di tahun 2018. Namun di sisi lain, laba bersih perseroan mengalami penurunan menjadi Rp7,5 miliar dari Rp24,1 miliar di tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha, berupa beban keuangan dan pajak penghasilan badan. Laba ini terkoreksi 68,62% secara tahunan.

“Ke depannya kami akan terus berupaya mendongkrak kinerja, efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, termasuk menggunakan nilai kalori batubara yang lebih optimal,” kata Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Jobi Triananda Hasjim.

Baca Juga: Semen Baturaja Tebar Dividen Rp18,97 Miliar

Sementara itu, untuk volume penjualan emiten berkode SMBR hanya tumbuh 2,0% pada semester I-2019 di tengah penurunan permintaan semen secara nasional sejak awal tahun jika dibandingkan 2018.

mengatakan, sepanjang semester I-2019 diketahui permintaan semen nasional menurun 2,2% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.

Baca Juga: Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 8% hingga Maret 2019

Untuk wilayah Sumatera bagian selatan yang menjadi basis utama pasar Semen Baturaja (SMBR), permintaannya mengalami penurunan 13,4% dibandingkan 2018.

Meskipun permintaan terkoreksi negatif cukup dalam, perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan sepanjang semester I tahun ini, menjadi sebesar 883.622 ton atau meningkat 2,0% dari 863.984 ton periode sebelumnya.

“Ini suatu capaian yang patut kami syukuri di tengah penurunan permintaan secara nasional,” kata dia.

Bukan hanya terkait permintaan, SMBR justru meraih hasil positif untuk persentase pangsa pasar, yakni terjadi pertumbuhan sebesar 5%

“Saat ini market share SMBR terbesar berada di Sumsel yang mencapai 63 persen dan Lampung yang mencapai 24%,” tambah Job,dikutip dari Antaranews, Kamis (1/8/2019).

Dengan peningkatan kinerja penjualan SMBR di semester I, BUMN ini optimistis dapat meningkatkan penjualan pada tahun 2019 dengan cukup signifikan.

“Optimistis kami ini karena dimulainya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah sebelumnya sempat tertunda di semester I karena Lebaran dan pelaksanaan pemilu,” ujar Jobi.

Begitu pula dengan kinerja keuangan SMBR, pendapatan perseroan pada Semester I-2019 tumbuh 6% menjadi Rp833,5 miliar dari Rp783,5 miliar di tahun 2018.

Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan perseroan, Jobi mengatakan perusahaannya berhasil menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9% sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp334,5 miliar dari Rp237,5 miliar di tahun 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini