Lirik Bisnis Kosmetik, Pharos Siapkan Investasi Rp20 Miliar

Selasa 25 Juni 2019 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 25 278 2070621 lirik-bisnis-kosmetik-pharos-siapkan-investasi-rp20-miliar-ZkpEqZZdiu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Phapros Tbk (PEHA) menyiapkan investasi sebesar Rp20 miliar. Dana sebesar itu nantinya akan digunakan untuk melakukan ekspansi bisnis dengan menyasar bisnis kosmetik.

“Melalui bisnis baru tersebut, perseroan akan memproduksi kosmetik berupa krim anti aging berbahan dasar stem cell,” kata Sekretaris Perusahaan Phapros, Zahmilia Akbar dikutip dari Harian Neraca, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Phapros Kantongi Kontrak Kerjasama Senilai Rp1 Triliun

Disampaikannya, produksi kosmetik akan dilakukan difasilitas produksi terstandarisasi GMP (good manufacturing practices) dan bekerja sama dengan Universitas Airlangga. Perseroan menyebutkan, dana investasi guna mendukung lini bisnis baru tersebut bersumber dari kas internal. Nantinya, keseluruhan alokasi investasi digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi hingga akhirnya siap komersialisasi. Fasilitas produksi kosmetik akan dilakukan di Surabaya dengan menggandeng mitra kerja sama.

Saat ini fasilitas produksi telah masuk tahap konstruksi, kendati tidak disebutkan kapasitas produksinya. PEHA berharap produk kosmetik baru milik perseroan dapat dirilis pada akhir tahun ini."Kami sudah masuk tahap konstruksi. Adapun untuk komersialisasi nanti akan dilakukan di fasilitas milik Unair, yang telah kami standarisasi sesuai dengan GMP," ujar Zahmilia.

Baca Juga: Produsen Antimo Siapkan Belanja Modal Rp350 Miliar pada 2019

Ditambahkannya, perseroan menggandeng pusat pengembangan dan penelitian sistemcellUniversitas Airlangga dalam mengembangkan krim anti penuaan dini (anti-aging) berbahan dasar biologi atau non kimia. Dalam mengembangkan produk ini, pihaknya mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 20,2 miliar."Kami memperoleh bantuan pendanaan dr kemenristekdikti Rp20,2 miliar, lalu dana investasi yang kami kucurkan internal hingga saat ini kurang lebih Rp20 miliar," ungkapnya.

Sebagai informasi, perseroan pada semester kedua tahun ini bakal menggelar rights issue. Dimana untuk aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana yang dihimpun sebesar Rp1,1 triliun dan kabarnya telah mengantungi pembeli siaga. Perseroan juga menggandeng beberapa sekuritas BUMN terkait rencana tersebut. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30%.

Baca Juga: Saham Phapros Ditutup Naik 50% di Perdagangan Perdana

Perseroan menyakini target tersebut bakal tercapai berkat strategi pemasaran yang lebih masif, peningkatan efisiensi, dan inovasi dalam pengembangan produk. Penopang utama kinerja PEHA di tahun ini masih berasal dari segmen produk obat generik. Ini mengingat emiten tersebut memiliki 190 produk obat generik dengan kontribusi terhadap pendapatan lebih dari 50%. Segmen tersebut dinilai masih dapat berkembang. Maka dari itu, PEHA tetap rajin meluncurkan produk-produk obat baru dan rencananya sepanjang tahun ini akan menambah 12 produk obat baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini