Jenis-Jenis Reksa Dana, Keuntungan dan Risiko

Sabtu 22 Juni 2019 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 278 2069087 jenis-jenis-reksa-dana-keuntungan-dan-risiko-KoEFAJEWDj.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Salah satu alternatif investasi di pasar modal Indonesia, terutama untuk investor pemula adalah reksa dana. Investor bisa membeli dan menjual kembali Unit Penyertaan (UP) reksa dana di Manajer Investasi (MI) atau melalui bank yang menjadi supermarket reksa dana.

Ada empat jenis reksa dana yang bisa dipilih investor sebagai alternatif investasi. Reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Perbedaan keempat jenis reksa dana ini terutama pada underlying asset atau portofolio investasi tiap jenis reksa dana.

Reksa dana saham menginvestasikan dana kelolaan milik investor sebagian besar ke instrumen saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis saham yang dipilih bergantung dari kebijakan masing-masing Manajer Investasi.

 Baca Juga: Ternyata Meraup Cuan Investasi Reksa Dana Bisa Dimulai dengan Cuci Baju Sendiri

Satu Manajer Investasi bisa mengelola beberapa macam reksa dana dari berbagai jenis. Dari potensi keuntungannya, reksa dana saham memiliki peluang keuntungan yang paling tinggi, karena return saham dalam jangka panjang relatif tinggi.

Namun, potensi return yang tinggi diimbangi dengan risiko yang tinggi pula. “High risk, high return”, sesuai dengan prinsip investasi. Reksa dana saham cocok buat investor yang bertipe agresif, berani menghadapi risiko, dan tepat dipilih buat investor yang berinvestasi dalam jangka panjang di atas lima tahun.

Reksa dana campuran berisi portofolio saham dan surat utang (obligasi) dalam komposisi yang berimbang di antara keduanya. Potensi keuntungan reksa dana campuran di bawah reksa dana saham, dengan tingkat risiko juga di bawah reksa dana saham.

 Baca Juga: Jumlah Investor Masih Minim, OJK Sebut Industri Reksa Dana Bisa Berkembang

Reksa dana campuran cocok untuk investor dengan tipe moderat. Investor moderat siap menerima fluktuasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana dalam jangka pendek, tetapi juga menginginkan hasil investasi di atas bunga deposito. Untuk mengelola risiko, reksa dana campuran sebaiknya dijadikan alternatif investasi jangka menengah antara 3-5 tahun.

Reksa dana pendapatan tetap, cocok untuk investor bertipe konservatif, atau yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek antara 1-3 tahun. Reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan dana kelolaannya pada instrumen surat utang, baik Surat Utang Negara (SUN) maupun obligasi korporasi.

Tingkat risiko investasi reksa dana pendapatan tetap di bawah reksa dana campuran, dengan potensi return yang juga di bawah reksa dana pendapatan tetap. Disebut pendapatan tetap, karena portofolionya berisi surat utang yang memberikan bagi hasil berupa kupon bunga yang tetap.

Reksa dana pasar uang juga disiapkan untuk investor konservatif, atau investor yang ingin menempatkan dana investasi dalam jangka waktu pendek, misalnya kurang dari setahun. Tingkat risikonya paling rendah, karena ditempatkan di deposito bank atau surat utang yang jatuh temponya kurang dari setahun. Hasil investasinya, sedikit di atas bunga deposito.

Untuk mengelola risiko, ada baiknya investor juga melakukan diversifikasi jenis reksa dana. Investor bisa memiliki lebih dari satu jenis reksa dana, dengan komposisi porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat risiko yang bisa ditoleransi. Investor bisa berkonsultasi dengan manajer investasi atau Wakil Agen Penjual Reksa Dana (WAPERD) yang ada di bank atau di kantor MI.

Investor juga bisa membeli reksa dana di lebih dari satu MI, yang juga berguna sebagai diversifikasi. Ada banyak reksa dana yang diperjualbelikan di pasar modal. Untuk memilih mana yang paling sesuai, investor bisa mengamati dari laporan fund fact sheet tiap reksa dana yang bisa diambil dari website atau meminta ke perusahaan manajer MI. Atau bisa meminta kepada bank agen penjual reksa dana.

Sejumlah riset yang dipublikasi lembaga riset reksa dana atau media massa juga bisa dijadikan rujukan. Pertama, pilih manajer investasi pengelola reksa dana yang kredibel, dengan melihat jejak rekam perusahaan. Baru kemudian pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan investor. (TIM BEI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini