Indeks Dolar AS Jatuh Tertekan Data Ekonomi yang Lemah

Sabtu 04 Mei 2019 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 04 278 2051404 indeks-dolar-as-jatuh-tertekan-data-ekonomi-yang-lemah-9CPOXOZ2Ti.jpeg Kurs dolar AS (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Kurs dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan 3 Mei 2019, karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi AS yang beragam, di tengah kekhawatiran atas perlambatan kegiatan di sektor non manufaktur.

Indeks nonmanufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang mengukur kinerja sektor jasa, tercatat mencapai 55,5% pada April, turun 0,6 poin persentase dari 56,1% pada Maret, menandai angka paling lambat sejak Agustus 2017, kata organisasi manajemen pasokan profesional nirlaba dilansir dari Antaranews, Sabtu (4/5/2019).

Baca Juga: Kebijakan The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Angka tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan 57,5% oleh para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch. Data sektor jasa yang mengecewakan telah sebagian diimbangi statistik angka pekerjaan Amerika Serikat yang kuat pada April.

Total penggajian atau payroll pekerjaan non-pertanian AS meningkat 263.000 pada April, dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,6%, kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat (3/5/2019), menunjukkan pasar tenaga kerja yang bullish.

dolar

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, sebut Xinhua, turun 0,31% menjadi 97,5208 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1194 dari USD1,1175 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris menguat menjadi USD1,3164 dari USD1,3027 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke USD0,7014 dari USD0,6997.

Dolar AS dibeli 111,09 yen Jepang, lebih rendah dari 111,49 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0174 franc Swiss dari 1,0193 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3427 dolar Kanada dari 1,3470 dolar Kanada.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini