Danai Capex Rp4,2 Triliun, Kimia Farma Berencana Terbitkan Surat Utang

Rabu 27 Maret 2019 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 278 2035533 danai-capex-rp4-2-triliun-kimia-farma-berencana-terbitkan-surat-utang-gnAOjSt2mG.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Danai pengembangan bisnis dan termasuk rencana akuisisi PT Phapros Tbk (PEHA) mendorong PT Kimia Farma Tbk (KAEF) perkuat modal dengan berencana menerbitkan surat utang.

“Kami akan terbitkan obligasi dan medium term notes (MTN). Sekitar 50% capex dari obligasi,”kata Direkur Keuangan PT Kimia Farma Tbk IGN Suharta Wijaya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (27/3/2019).

Tahun ini, lanjutnya, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp4,2 triliun. Dimana porsi belanja modal tahun lalu 70% berasal dari eksternal perusahaan dan sekitar 30% dari kas internal. Ini merupakan opsi lain KAEF untuk mencari pendanaan yang lebih murah.“Sebenarnya di luar surat utang sudah cukup untuk capex. Hanya kami cari yang paling murah. Kemungkinan pascapemilu kami luncurkan,” ujarnya.

Baca Juga: Penjualan Kimia Farma Tumbuh 21,53%

Selain itu tidak menutup kemungkinan KAEF untuk melakukan rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu. Menurut Suharta pendanaan dari ekuitas akan lebih murah dibandingkan utang. “Rights issue ada memang ke sana. Yang pasti pascaholding farmasi,”tandasnya.

Sebagai informasi, perseroan mengungkapkan, nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun—Rp1,5 triliun. Bila tidak ada aral melintang, perseroan berencana melakukan penandatanganan sales purchase agreement dengan RNI pada 27 Maret 2019.Perseroan menyiapkan dana yang berasal dari kas internal dan bridging loan dengan komposisi masing-masing sebesar 30% dan 70% untuk akuisisi tersebut. Saat ini telah ada stand by loan yang berasal dari 2-3 bank nasional maupun bank BUMN, dengan bunga pinjaman yang paling efisien.

ihsg

Suharto menambahkan, perseroan mulai mencari sumber dana dengan tenor yang lebih panjang dan kupon yang lebih kompetitif untuk refinancing atas pinjaman bank itu. Untuk itu, perseroan mempertimbangkan untuk menerbitkan MTN atau obligasi di tahun ini yakni setelah penyelenggaraan Pilpres dan Pileg.

Alternatif pendanaan lain yakni melalui rights issue, tetapi membutuhkan proses lebih panjang sehingga baru dapat dilaksanakan pada 2020. "Bridging loan tenornya di bawah setahun. Dalam waktu setahun ini, kami mencari sumber dana yang lebih panjang dengan kupon yang lebih kompetitif," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini