Adhi Karya Miliki 10% Saham Tol Cikunir-Ulujami

Kamis 18 Oktober 2018 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 18 278 1965650 adhi-karya-miliki-10-saham-tol-cikunir-ulujami-6FmlEIZwJq.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Perbesar portofolio investasi di bisnis jalan tol, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memperoleh porsi kepemilikan minoritas sebesar 10% dalam konsorsium pengusahaan jalan tol prakarsa Cikunir-Ulujami sepanjang 36,5 kilometer (km) yang diperkirakan menelan dana Rp22,50 triliun.

Corporate Secretary Adhi Karya Ki Syahgolang Permata menuturkan, ADHI mendapat porsi kepemilikan pada pekerjaan pembangunan jalan tol Cikunir-Ulujami sebesar 10%.

 

Namun, kontrak pekerjaan konstruksi ini masih dalam proses dan tidak menambah kontrak baru perseroan pada 2018.Proyek jalan ketiga lingkar luar Jakarta ini diyakini sangat prospektif untuk pengembangan bisnis perseroan.

Dia menambahkan perseroan meyakini dengan bergabung dalam konsorsium pekerjaan jalan tol Cikunir-Ulujami, di samping akan menambah profitabilitas perusahaan, juga akan semakin memperkaya keahlian perseroan dalam industri konstruksi.

“Pada pekerjaan pembangunan jalan tol Cikunir-Ulujami, porsi yang dimiliki ADHI adalah sebesar 10%,” ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Baca Juga: Adhi Karya Raup Kontrak Baru Rp8,91 Triliun hingga Akhir Agustus

Sebagai informasi, hingga September 2018, perolehan kontrak belum sampai 50%. Namun demikian perseroan sesumbar target proyek masih bisa tercapai di akhir tahun. Padahal perolehan kontrak ADHI per September baru Rp 11,4 triliun atau 49% dari target 2018 yakni Rp 23,3 triliun.

Direktur Utama ADHI, Budi Harto pernah mengatakan, hingga Oktober sudah ada kenaikan jumlah perolehan proyek. "Saat ini banyak proyek kami yang dalam proses tender,”ujarnya.

Direktur Keuangan ADHI Entus Asnawi Mukhson menyampaikan bahwa target sampai akhir tahun tetap dipertahankan pada level Rp 23,3 triliun. Alasannya, di kuartal terakhir 2018 ADHI optimistis dapat memenuhi target kontrak baru yang disepakati dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

”Saat ini, kami masih mengikuti sejumlah proses tender yang sebagian di antaranya tengah menunggu surat penetapan pemenang," ujarnya.

Baca Juga: Adhi Karya Catatkan Kontrak Baru Rp11,4 Triliun

Entus memaparkan, beberapa proyek yang masih dalam proses tender tersebut adalah proyek infrastruktur. Beberapa di antaranya adalah proyek bendungan sebesar 38,4%, jalan dan jembatan 30,7% dan sisanya merupakan pekerjaan lainnya.

 

Sementara itu, perolehan kontrak baru 11,4 triliun per September 2018, salah satunya berasal dari proyek jalan Lingkat Jatigede senilai Rp 217,4 miliar. Sedangkan untuk kontribusi per lini bisnis, terbesar berasal dari bisnis Kontrsuksi dan Energi sebesar 90,7%, Properti 8,3% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru pemerintah tercatat sebesar 25,1%, BUMN sebesar 26,7%, sementara swasta/lainnya sebesar 48,2%. Untuk tipe pekerjaan, perolehan kontrak terdiri dari proyek gedung sebesar 64,6%, proyek jalan dan jembatan 19,7% dan proyek infrastruktur lainnya 15,7%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini