Habiskan Rp223,8 Miliar, Jasa Armada Borong 4 Kapal Baru

Senin 24 September 2018 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 278 1954835 habiskan-rp223-8-miliar-jasa-armada-borong-4-kapal-baru-8ndaaSjR8A.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Geliatnya industri pelayaran seiring dengan booming-nya harga batu bara saat ini dan tren meningkatnya kegiatan ekspor dan impor, mendorong beberapa emiten jasa angkutan pelayaran agresif menambah armada baru guna meningkatkan volume jasa angkutan.

Langkah inilah yang juga dilakukan perusahaan layanan jasa kapal pandu dan tunda PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) yang belum lama ini menandatangani pengadaan empat unit kapal tunda.

Perseroan mengungkapkan, keempat kapal tersebut dipesan dari PT Citra Shipyard dengan minimal daya 2x2200 HP tipe Azimuth Stern Drive (ASD) sesuai dengan kebutuhan perseroan. Perseroan mengeluarkan investasi sebesar Rp223,85 miliar belum termasuk pajak yang berlaku. Investasi termasuk harga mesin induk dan sistem propulsi merek Nigata dengan harga original sekitar 700 juta yen atau sekitar Rp90,7 miliar.

Sekretaris Perusahaan Jasa Armada Indonesia Indra Sigit Satyaputra mengatakan, pembangunan kapal tersebut akan menggunakan dana yang bersumber dari IPO.

“Belum terdapat dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” ungkapnya seperti dikutip Harian Neraca.

 

Sigit menyampaikan tujuan pembangunan kapal tersebut adalah peningkatan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kepada parastakeholder,mendukung kelancaran operasional dan performa pelayanan kepada pengguna jasa. Selain itu, dengan penambahan kapal tersebut, perseroan juga akan memperkuat armada yang sudah dimiliki, serta dapat mengembangkan usaha dengan melakukan kerja sama usaha dengan pihak-pihak lain.

Sebelumnya, manajemen IPCM menyebut akan mulai menggunakan dana IPO pada 2019. Perusahaan akan membayar belanja kapal pada saat kapalnya selesai.“Dana IPO belum digunakan karena dana tersebut untuk investasi. Investasi kapal itu membutuhan paling cepat satu tahun. Kami sudah alokasikan dananya, tinggal menunggu kapalnya selesai,”kata Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, Dawam Atmosudiro.

Entitas anak Pelindo II tersebut meraup Rp461,89 miliar pada IPO akhir tahun lalu. Dengan biaya IPO sebesar Rp22,36 miliar, perseroan mengantongi dana bersih Rp439,53 miliar. Saat ini serapan dana tersebut masih nol. Perseroan menempatkan dana hasil IPO dalam bentuk deposito pada Bank BTN sebesar Rp250 miliar dengan tingkat suku bunga 6,2%, sisanya Rp189 miliar ditempatkan dalam bentuk giro pada Bank Mandiri.

 

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih 50% atau mencapai Rp 150 miliar dibanding proyeksi laba di tahun 2017 lalu sebesar Rp 100 miliar. Sementara target pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 1 triliun atau tumbuh dari proyeksi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 800 miliar. Maka guna memenuhi target yang cukup agresif tersebut, perseroan sudah menyiapkan ekspansi di tahun ini dengan membeli armada kapal pandu tunda baru.

IPCM menyiapkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp250 miliar untuk melancarkan rencana ekspansi ini. Selain menambah jumlah armada, IPCM juga mengincar kontrak baru di tahun ini. Diharapkan di 2018 ini bisa menambah hingga tiga kontrak pandu tunda untuk terminal khusus lepas pantai atau ship-to-ship (STS) yang berada di luar wilayah operasi Pelindo II.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini