Sarana Multigriya Catat Laba Bersih Rp397 Miliar di 2017

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 02 278 1866942 sarana-multigriya-catat-laba-bersih-rp397-miliar-di-2017-hPMPPOdKYy.jpeg li

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatat total pendapatan sepanjang 2017 sebesar Rp1,17 triliun. Capaian ini mengalami peningkatan sebesar 20,3% dibandingkan dengan tahun 2016 lalu mencapai Rp979,8 miliar.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, adapun laba bersih (setelah pajak) di tahun 2017, mencapai Rp397 miliar atau naik 25,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp317 miliar.

Selain itu, perseroan juga mencatat total aset adalah sebesar Rp15,66 triliun, naik 19,35% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,12 triliun.

Adapun posisi penyaluran pinjaman per 31 Desember 2017 mencapai sebesar Rp11,102 triliun. Angka tersebut meningkat 33,4% dibanding tahun 2016 sebesar Rp8,320 triliun.

"Terjadi peningkatan signifikan. Total aset capai Rp15,66 triliun ini juga mendapatkan PMN dan menerbitkan surat utang sehingga cukup dibandingkan 2016 hanya Rp13,2 triliun. Ini naik," ungkapnya di Gedung SMF, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005 sampai dengan Desember 2017 mencapai Rp35,63 triliun. Pencapaian tersebut berdasarkan data laporan keuangan audited periode 31 Desember 2017 dalam bentuk kegiatan sekuritisasi sebesar Rp1 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp7,24 triliun.

Menurutnya, pada tahun 2017 SMF juga memperoleh dukungan Otoritas Jasa Keuangan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 20/2017 juncto POJK nomor 23/2014 tentang Pedoman Penerbitan dan pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan. 

"Peraturan tersebut semakin mempertegas posisi SMF dalam menjalankan kegiatan sekuritisasi sebagai penerbit EBA-SP, sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden nomor 101/2016 tentang perubahan kedua alas dalam Pepres tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Peran SMF juga menjadi lebih utuh baik sebagai penata sekuritisasi, pendukung kredit dan Investor, sekaligus selaku penerbit EBA," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini