Resmi Tercatat, Saham Anak Usaha Pelindo II Naik 5,26%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 22 278 1834375 resmi-tercatat-saham-anak-usaha-pelindo-ii-naik-5-26-F5XzARqmQU.jpeg PT Jasa Armada Indonesia (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menjelang penutupan tahun 2017, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan satu emiten, sehingga perusahaaan yang melantai di pasar modal sepanjang tahun 2017 mencapai 36 emiten.

Jumlah tersebut telah melebihi target perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) oleh bursa yaitu 35 emiten baru.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk hari ini resmi mencatatkan saham perdana. Anak usaha Pelindo II ini, menjadi perusahaan jasa angkutan kapal yang pertama yang go public.

Baca Juga: Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pada penawaran umum perdana saham, perusahaaan dengan kode emiten IPCM ini melepas 1,21 miliar saham baru atau setara dengan 20% modal disetor setelah IPO. Saham IPCM dicatatkan dengan harga penawaran Rp380 per saham.

Pada pencatatan perdana, saham IPCM langsung melejit 5,26% atau 20 poin ke level ke Rp400. Saham IPCM ditransaksikan sebanyak 80 kali dengan volume sebanyak 102.089 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp4,08 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaaan BEI Samsul Hidayat mengatakan dengan status perusahaan publik, dapat mendorong kinerja IPCM ke depan sebagai anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ini emiten BUMN ke empat tahun ini. Dengan Jasa Armada mencatatkan sahamnya semoga menjadi lebih baik dalam pengelolaan perusahaan, transparansi lebih ditingkatkan," ujarnya di Gedung BEI, Senin (22/12/2017).

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G.Masassya menyatakan pencatatan ini menjadi kado akhir tahun bagi BUMN maupun bagi para investor. Elvyn juga berharap pencatatan IPCM diikuti oleh pencatatan anak usaha BUMN lainnya.

"Berharap pengalaman pertama ini akan diikuti perusahaan-perusahaan lainnya. Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung hadir di BEI. Listing ini jadi kado akhir tahun bagi BUMN dan para investor," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, Jasa Armada Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemanduan dan penundaan kapal di pelabuhan milik negara, Terminal Swasta (TUKS), dan terminal khusus epas pantai atau Oil dan Gas Ship-to-Ship (STS).

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini