Yusuf Mansyur Incar Rp500 Miliar dari Manajer Investasi Syariah Pertama

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 278 1824768 yusuf-mansyur-incar-rp500-miliar-dari-manajer-investasi-syariah-pertama-aNCQNSxn5S.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Paytren Asset Management (PAM) besutan Yusuf Mansur secara resmi telah diluncurkan. Manajer investasi syariah pertama itu memiliki dua produk andalan pada tahap awal peluncurannya.

Dua produk tersebut adalah reksadana pasar uang yaitu PAM Syariah Likuid Dana Safa serta reksadana pasar saham yaitu PAM Syariah Saham Dana Falah.

Ustad kondang tersebut optimis dengan dua produk tersebut PAM dapat meraih dana kelolaan senilai Rp500 miliar hingga akhir tahun.

"Target kita sampai akhir Desember Rp500 miliar, tahun 2018 bisa Rp1 triliun dengan izin yang baru mungkin akan terkoreksi tapi siapa tau ada sambutan banyak dari masyarakat sehingga bisa tercapai," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2017).

 Baca Juga: Yusuf Mansur: Masyarakat Harus Diajak Investasi Jangka Panjang

Meskipun berbentuk reksadana syariah, namun PAM tersedia untuk semua kalangan, tidak terbatas bagi kaum muslim saja. Yusuf Mansyur juga menjelaskan untuk menjadi nasabah PAM tidak harus menjadi anggota Paytren. Dia menegaskan Paytren serta PAM adalah dua bentuk usaha yang berbeda dimana dana milik Paytren tidak akan diikutsertakan kepada dana kelolaan PAM.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PAM Ayu Widuri menjelaskan bahwa PAM sebagai manajer investasi pertama di Indonesia telah mengantongi izin OJK pada 24 Oktober 2017 yang tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP 49/D.04/2017 yang menjelaskan bahwa OJK telah menerbitkan izin usaha manajer investasi Syariah kepada PAM.

PAM akan menyasar nasabah ritel dari anggota dari komunitas Paytren yang saat ini jumlahnya mencapai 1,7 juta anggota sebagai nasabah awal.

"Kita sudah punya captive market, yaitu nasabah Paytren kita targetkan minimal 500.000 nasabah," kata dia.

 Baca Juga: Buka Perdagangan di BEI, Yusuf Mansur Bentuk Manajer Investasi Syariah Pertama di Indonesia

Untuk memudahkan para investor ritel membuka rekening reksadana, maka PAM tengah mengajukan perizinan reksadana online kepada pihak Otoritas Jasa Keuntungan (OJK). Nantinya, calon investor dapat membuka reksadana online.

"Kita akan bikin reksadana online kita juga akan kerjasama dengan bank syariah sebagai agen penjual," ujar Ayu.

Untuk diketahui, modal minimal investasi awal dan selenajutnya untuk produk PAM Syariah Likuid Dana Safa serta PAM Syariah Saham Dana Falah sebesar Rp100.000.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini