Turun Lagi 3,1%, Pasar Saham Qatar Sudah Merosot 11,9%

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 03 Juli 2017 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 03 278 1727196 turun-lagi-3-1-pasar-saham-qatar-sudah-merosot-11-9-jKgybrlSOI.jpg Ilustrasi indeks Asia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pasar saham Qatar kembali mengalami penurunan tajam, seiring dengan tenggat waktu bagi Doha untuk memenuhi serangkaian tuntutan politik oleh empat negara Arab. Diperkirakan, pertemuan tersebut akan berakhir tanpa adanya resolusi.

Indeks saham Qatar turun sebanyak 3,1% dalam perdagangan, membuat kerugiannya menjadi 11,9% sejak 5 Juni, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan, serta menuduh Doha mendukung militan.

Melansir CNBC, Senin (3/7/2017), saham-saham berguguran di seluruh indeks, dengan 41 sektor bergerak melemah dan hanya satu sektor yang berhasil menguat. Qatar National Bank, pemberi pinjaman terbesar di Kawasan Teluk, melemah 3,1%.

Arab Saudi, Bahrain, UAE, dan Mesir merupakan beberapa engara yang memutuskan hubungan dengan Qatar pekan lalu, karena menuduh Qatar mendukung terorisme.

Sebelumnya, keempat negara Arab tersebut mengatakan bahwa mereka akan menutup hubungan transportasi udara dan laut dengan Doha dan Riyadh yang baru-baru ini menutup perbatasan daratnya.

Pasalnya, Qatar bergantung pada teluk negara tetangga lainnya untuk mendapatkan makanan impor guna memberi makan 2,5 juta penduduknya, yang sebagian besar adalah ekspatriat. Ditambah lagi, ada laporan bahwa ada pembelian besar karena kepanikan di supermarket, di tengah kekhawatiran akan kekurangan pangan selama bulan suci Ramadan.

Doha sendiri, mengimpor makanan dan barang lainnya dari tempat-tempat sejauh Brasil dan Australia sehingga pemerintah akan melanjutkannya, katanya. Apakah Turki, Timur Jauh, atau Eropa, Doha akan memastikan bahwa ia memiliki cukup banyak mitra untuk menyelesaikan sesuatu, lanjutnya.

Namun, Menteri yang juga presiden dewan eksekutif Qatar Airways, menampik adanya kekhawatiran yang menghancurkan pasar keuangan. Indeks saham Doha jatuh 7,1% pekan lalu, sementara rial Qatar telah jatuh terhadap greenback karena kekhawatiran arus keluar modal.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini