Hari Pertama Melantai, Saham Forza Bertahan di Level Tertinggi Rp330

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 28 278 1678836 hari-pertama-melantai-saham-forza-bertahan-di-level-tertinggi-rp330-Fr8UR3Cc4W.jpg IPO Forza Land. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ) resmi melantai sebagai emiten ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2017 atau ke 538 secara total. Setelah resmi ditawarkan kepada publik, saham Forza Land langsung melejit sebesar 110 poin atau sebesar 50% ke level Rp330 per lembar saham.

Saham perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan, pengelolaan dan perdagangan real estat atau properti ini dibuka pada level Rp220 per saham dan langsung menguat ke level Rp330 per saham pada pembukaan perdagangan. Harga tertinggi di posisi Rp330 per saham, harga terendah berada di posisi Rp220 per saham.

Sedangkan harga terakhir di posisi Rp330 per saham dengan volume perdagangan mencapai 197 lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,5 juta, dan frekuensi sampai 4 kali.

Direktur Utama Forza Land Freddy Setiawan mengatakan, bahwa perusahaan akan berkomitmen untuk mengembangkan lini perusahaan dari dana IPO ini.

Perseroan melepas sebanyak 312,5 juta lembar saham kepada publik. Selain itu Forza Land juga menerbitkan 437,5 juta lembar Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp275 yang diberikan secara cuma - cuma sebagai insentif dengan perbandingan 5 saham baru berhak mendapat 7 waran. Dengan IPO ini, Forza Land menargetkan raihan dana segar sebesar Rp68,7 miliar.

Sekira Rp40 miliar dari dana yang terkumpul dari IPO nantinya akan digunakan untuk penyertaan pada PT Borneo Sarana Properti sebesar 99,01 %. Penyertaan yang dilakukan oleh Perseroan kepada PT Borneo Sarana Properti akan dipergunakan PT Borneo Sarana Properti untuk pembayaran utang dan untuk modal kerja.

Selain itu, sekitar Rp13,3 miliar akan digunakan untuk melakukan pelunasan utang kepada PT Chitta Kriya Laksana, dan sekitar Rp5,5 miliar untuk pelunasan hutang kepada PT Pratama Maju Jaya. Sedangkan sisanya untuk penyertaan modal kerja.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini